RSS

Bersabar Dalam Setiap Keadaan

25 Mei

Sesungguhnya kehidupan manusia di dunia fana ini tidak akan pernah lepas dari badai dan gelombang-gelmbang ujian. Musibah-musibah kan selalu datang menghadang, menjadi duri-duri dan batu terjal dalam perjalanan manusia di dunia fana ini.

Begitu pula seorang muslim dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh ta’ala tidak akan selalu mudah dan ringan tetapi akan senantiasa ada kerikil-kerikil tajam yang menghadangnya karena sesungguhnya setan-setan dari kalangan jin dan mannusia akan selalu menghalangi seorang muslim dalam melakukan ketatan.

Tidak hanya itu ketika seorang muslim berusaha menjauhi larangan-larangan Alloh ta’ala maka hal itu tidak akan mudah dan ringan, karena setan-setan dari kalangan jin dan manusia, selain mereka menghalangi manusia dari ketaatan kepada Robbnya, juga selalu berusaha untuk menyeret manusia melakukan hal-hal yang dilarang oleh Alloh ta’ala.

Maka untuk menghadapi semua ini seorang muslim membutuhkan sebuah amalan yang akan menjadikannya termasuk orang-orang yang beruntung, amalan itu tidak lain adalah SABAR. Sehingga pada risalah ini akan kami paparkan penjelasan mengenai sabar dan fadhilah-fadhilahnya semoga bisa menjadi cambuk bagi kita untuk senantiasa bersabar dalam menjalani kehidupan yang fana ini sehingga nantinya kita bisa meraih kebahagian baik di dunia ini maupun di akhirat yang nanti.

Pengertian Sabar dan Pembagiannya

Syaikh Muhammad bin sholeh Al-‘utsaimin rohimahulloh mengatakan sabar secara bahasa adalah al-habsu (menahan) sedangkan secara istilah adalah menahan diri dalam tiga perkara :

  • yang pertama: menahan diri untuk selalu taat kepada Alloh ta’ala,
  • yang kedua menahan diri dari melaksanakan larangan-larangan Alloh ta’ala,
  • yang ketiga: menahan diri dalam menghadapi takdir-takdir Alloh ta’ala yang menyakitkan.

Dan ini adalah jenis-jenis sabar yang disebutkan oleh para ulama’.

Jenis yang pertama hendaklah manusia itu sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh ta’ala, karena terkadang ketaatan itu berat bagi jiwa, sulit dilaksanakan oleh manusia, dan terkadang berat pula bagi badan yaitu tatkala manusia itu merasa lemah dan lelah, dan terkadang terdapat kesulitan dari segi harta, seperti masalah zakat dan haji. Pada intinya dalam melaksanakan ketaatan itu terdapat kesulitan, bagi jiwa maupun badan maka dibutuhkan kesabaran dan ketahanan. Alloh ta’ala berfirman:

Yang Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung (‘Ali ‘Imron: 200)

Dan jenis yang kedua, sabar dari larangan-larangan Alloh ta’ala, yaitu manusia menahan dirinya dari hal-hal yang Alloh ta’ala haromkan atasnya, karena jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan (an-nafsul ‘ammaarotun bissuu’) selalu mengajak kepada keburukan, maka manusia harus menahan jiwanya. Misalnya dusta, curang dalam bermu’amalah, dan memakan harta orang lain dengan batil dengan cara riba atau yang selainnya, zina, mabuk-mabukan, mencuri, dan maksiat-maksiat yang lain, maka manusia menahan jiwanya dari hal-hal tersebut sehingga tidak melaksanakannya. Dan hal ini membutuhkan ketahanan dan pengekangan jiwa dan hawa nafsu.

Adapun jenis yang ketiga adalah sabar dalam menghadapi takdir-takdir Alloh ta’ala yang menyakitkan, karena takdir-takdir Alloh ta’ala terkadang menyenangkan dan terkadang menyakitkan. takdir-takdir Alloh ta’ala yang menyenangkan harus disyukuri dan syukur merupakan bentuk ketaatan, maka bersabar di dalamnya merupakan jenis sabar yang pertama. Adapun takdir-takdir yang menyakitkan yang tidak menyenangkan menusia yang mana manusia diberi ujian pada badannya, hartanya (kehilangan harta), keluarganya, dan masyarakatnya. Intinya ujian-ujian itu banyak jenisnya dan membutuhkan kesabaran dan ketahanan, maka manusia harus menahan jiwanya dari hal-hal yang diharamkan, berupa menampakkan kegelisahan (ketidak ridhoannya) dengan lisannya, hatinya atau anggota badannya.[1]

Hukum Sabar

Sabar hukumnya adalah wajib, hal ini sebagaimana dikatakan oleh syaikh Salim bin ‘ied Al-Hilali di dalam kitabnya “Bahjatunnadzirin Syarh Riyadhis Sholihin”: “Dan sabar itu hukumnya wajib berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’(kesepakatan) umat ini, serta berdasarkan akal.[2]

Fadhilah Sabar

Sesungguhnya sabar memiliki fadhilah yang sangat banyak akan tetapi pada pembahasan ini hanya akan kami sebutkan sebagiannya saja yang mana diantara fadhilah sabar tersebut adalah:

1.      Orang-orang yang bersabar akan mendapat kencintaan dari Alloh ta’ala

Hal ini sebagaimana disebutkan didalam Al-Qur’an surat ‘Ali ‘Imron ayat 146, Alloh ta’ala berfirman:

Yang Artinya: Allah mencintai orang-orang yang sabar.(‘Ali ‘Imron: 146)

2.      Alloh akan memberikan pertolongan kepada orang-orang yang bersabar

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 153, Alloh ta’ala berfirman:

Yang Artinya: Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.(Al-Baqoroh: 153)

Dan yang dimaksud Alloh ta’ala bersama orang-orang yang sabar di dalam ayat di atas adalah Alloh ta’ala akan senantiasa memberikan pertolongan kepada orang-orang yang bersabar. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas: “Maksudnya adalah Alloh bersama orang-orang yang menjadikan kesabaran sebagai akhlaknya dan sifatnya, dengan memberikan pertolongan dan taufiq kepada mereka sehingga menjadi mudahlah segala kesukaran dan menjadi ringanlah segala yang berat, serta hilanglah dari mereka segala bentuk kesulitan, dan ini adalah kebersamaan Alloh yang khusus, yang menuntut adanya kecintaan dan pertolonganNya serta kedekatanNya, dan ini adalah fadhilah yang agung bagi orang-orang yang bersabar”[3].

Rosululloh juga pernah bersabda:

وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ

Artinya: Pertolongan itu akan datang dengan kesabaran(HR. Ahmad)

  1. 3.      Alloh akan memberikan balasan yang lebih baik bagi orang-orang yang bersabar dan balasan yang tanpa batas.

Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat: 96, Alloh ta’ala berfirman:

Yang Artinya: Dan sungguh Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An-Nahl: 96)

Dan Alloh ta’ala juga berfirman di dalam Al-Qur’an surat Az-Zumar ayat 10,

Yang Artinya:  Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(Az-Zumar: 10)

4.      Orang-orang yang bersabar adalah ahli surga

Hal ini sebagaimana disebutkan di dalam Al-qur’an surat Ar-Ro’du ayat 23-24, Alloh ta’ala berfirman:

Yang Artinya: (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;. (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum” (keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian ). Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.(Ar-Ro’du: 23-24)

  1. 5.      Sabar adalah pelita yang akan menuntun kepada kebenaran

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

والصبر ضياء(رواه مسلم)

Artinya: “Sabar adalah pelita”(HR.Muslim)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin berkata: “Nabi Muhammad menjelaskan dalam hadits ini bahwa sabar adalah pelita bagi manusia. Pelita baginya ketika kegelapan, dan kesedihan yang sangat, maka jika dia bersabar, kesabaran itu akan menjadi pelita baginya yang akan menuntunnya menuju kebenaran”.

Penutup

Demikian pembahasan yang singkat ini semoga bisa menjadi penyemangat bagi kita semua untuk senantiasa bersabar dalam menjalani kehidupan yang fana ini, sehingga kita akan termasuk orang-orang yang mendapatkan fadhilah dari kesabaran. Wallohu a’lam bisshowab.

Maroji’

  1. Al-Qur’an Al-karim
  2. Syarh riyadhussholihin syaikh ‘utsaimin,
  3. Bahjatunnadzirin syarh riyadhis sholihin Syaikh Salim Bin ‘Ied Al-Hilali
  4. Tafsir Assa’di Syaikh ‘Abdurrohman Bin Nashir As-Sa’di

Oleh: Agus Eko Wahyono


[1] Syarh riyadhussholihin syaikh ‘utsaimin, hal: 119-120

[2] Bahjatunnadzirin syarh riyadhis sholihin hal:78

[3] Tafsir Assa’di hal: 79

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 25 Mei 2011 in Mutiara Nasihat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: