RSS

Penghargaan Islam Terhadap Wanita

25 Mar


Penghargaan Islam Terhadap Wanita

Jika kita mengadakan studi banding tentang lingkungan Islam dengan negara-negara barat, kita akan mendapatkan penghargaan yang diberikan oleh kepada kaum wanita karena kecantikannya, kemulusan tubuhnya dan kedudukan yang tinggi sebagai Miss Universe, atau gelar-gelar lainnya.

Namun, begitu gurat-gurat ketuan telah menghiasi kulit-kulit tubuhnya, rambutnya mulai memutih serta daya tariknya mulai sirna, maka berubahlah fungsi dan kedudukannya menjadi pelengkap pemikul urusan-urusan dapur. Tak seorangpun disekelilingnya yang kini bersedia memperhatikannya. Bahkan putera-puterinya marasa enggan memberikan curahan kasih sayang dan penghormatan sebagaimana layaknya seorang ibu. Mengapa? Sebab bagi mereka wanita hanyalah ibarat perhiasan dan hiburan (kesenangan) belaka, tak lebih dari itu.

Setelah kecantikan dan daya tarik fisiknya telah sirna, maka berakhirlah peran wanita selanjutnya. Sang ibu tidak lagi memperhatikannya, bahkan sampai bertahun-tahun lamanya mereka tidak rela menjumpai ibu mereka. Ia pun tiada memperdulikan lagi dalm menghadapi problem hidup dihari tuanya. Bahkan mungkin akan menghuni tempat-tempat penampungan orang-orang jompo (manula) untuk mengahiri masa senjanya disana.

Lalu kita bertanya : “Mengapa hal ini mesti terjadi?” karena waktu mudanya ketika kecantikannya masih utuh, menarik semua pandangan, ia tidak sanggup menangkal bujuk rayu setan. Dan kepada putera-putereinya mereka berkata : “Ayolah kalian manfaatkan masa muda ini untuk bersenang-senang, belajarlah mandiri!”. Dengan begitu seorang ibu tidak memiliki kesempatan untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada mereka.

Begitupun sebeliknya, sang anak tidak akan pernah merasakn kasih sayang ibundanya. Maka, tidak heran jika mereka menyelenggarakan HARI IBU setahun sekali agar mereka bisa menjumpai ibunya sekedar menumpahkan rasa rindu dan kangen mereka karena selama kurun waktu cukup panjang perasaan itu tidak didapatknnya.

Sedangkan kita umat islam tidaklah demikian caranya. Kita tidak mengnal hari Ibu. Bagi kita, apabila Ibu sudah tua dan rambutnya sudah memutih, justru semakin cantik pribadinya, semakin besar keanggunan dan kewibawaannya, hingga kita bertambah sayang dan menghormati mereka.

Tidaklah berlebihan bila kita katakan kepadanya: “sekarang ibu tidak usah repot-repot bersibuk diri dengan pekerjaan, cukuplah engkau shalat saja memohon kesejahteraan keluarga kepada Allah Ta’ala”. Semua anggota rumah tangga mengharap do’anya. Bagi mereka, ia adalah ratu rumah tangga yang diagungkan dan dihormati.

Itulah sebabnya mengapa mereka (orang-orang barat) sangat membutuhkan diadakannya hari ibu. Tapi tidak demikian bagi kita sebab setiap saat kita telah memperingati hari ibu. Islam mennyuruh kita untuk mencintai, menghormati dan mengagungkan ibu, sebagaimana tersirat dalam pertanyaan seorang sahabat Rasulullah: “Ya Rasulullah, kepada siapa saya diwasiatkan…?” Beliau menjawab: “kepada ibumu…, kepada ibumu…, kepada ibumu…!”

Inilah islam berbeda dengan wanita barat yang sangat fanatik diselenggarakannya hari ibu, agar anak-anak mereka senantiasa berusaha mengenang ibu-ibu mereka dengan membawa kado sebagai ulang tahunnya. Sedangkan bagi kita sendiri Hari Ibu sudah terselenggara dalam setiap saat sepanjang waktu.

Kita dan segenap anggota keluarga bila ingin keluar dari rumah terlebih dahulu kita mencium tangan ibu sebagai tanda permohonan restu. Lebih dari itu, dangan ramah kita duduk di hadapannya dan menanyakan perihal kesehatannya. Semakin memutih rambutnya saat itu pula semakin bertambah rasa cinta, rindu dan penghargaan kita kepadanya.

Begitulah islam menempatkan kaum wanita pada proporsi mereka yang benar dan menempatkannya sesuai panggilan fitrahnya. Begitu pula pandangan kita terhadap mereka menurut ajaran islam. Bila kita mengkaji hukum islam dari berbagai segi, ia telah membuktikan perannya yang sangat sempurna dalam berbagai model kehidupan sosial masyarakat. Wallohu ‘alam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Maret 2010 in Birrul Waalidain

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: