RSS

AIDS dan Narkoba Merajalela

01 Mei

AIDS dan Narkoba, Merajalela

oleh: Ust. dr. Muhsin Abdullah

Sobat, tahu nggak? Kira-kira masalah apa yang tidak hanya bikin orang berjenggot saja yang kebakaran jenggot. Jawabanya tidak lain adalah AIDS dan Narkoba, rupanya dua sejoli ini sekarang sedang jadi jager. So,pertanyaanya kemudian, mengapa keduanya (AIDS dan Narkoba) setia bergandengan? sampai dimanakah solusi penanganannya? lalu bagaimana Islam menyikapinya? tulisan ini akan mencoba menguliti pernik-pernik pertanyaan diatas satu per satu, tentu saja dari perspektif Islam.

Cinta dan seks adalah dunianya remaja, yang tak boleh siapun melarang untuk menggaulinya hatta itu pak satpam sekali pun. Dua hal itu simbol kehidupan di era modern ini, kalau dengar kata cinta hatinya jadi wush, wush, wush …. (kayak tarikannya panther). Katanya remaja kalau tidak kenal cinta dan seks ibarat makan nasi tanpa sayur alias hambar. Demam itu tidak hanya melanda remajanya sendiri, para ortu-ortu pun kuatir banget kalau anaknya sudah masuk usia senja (senang jajan) belum punya gacoan alias pacar, mereka resahnya minta ampun persis ayam hilang ingatan (emangnya ayam bisa mikir). Berawal dari cinta dan seks itulah remaja merambah dunia kebebasan, sampai akhirnya ditemukan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodifeciency Virus) yang merupakan hasil jajan cinta dan seks.

AIDS yang sampai saat sekarang belum ditemukan obat yang cespleng untuk menanggulanginya, ada sih obat bodrex, mixadin tapi itu bukan untuk AIDS (apa hubungannya?), sementara ini diasumsi penyebab terbanyak penyebaran HIV melalui praktek bursa syahwat atau bahasa trendnya seks bebas (ada to…? seks yang tidak bebas).

ABG atau remaja secara fisiologis dan psikologis adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Di saat itulah terjadi perkembangan pesat dari fisiknya, hormon-hormon yang sebelumnya diproduksi tubuh dalam jumlah sedikit, pada masa ini mulai meningkat. Sebagai seorang yang baru mulai mengalami perubahan yang mencolok dalam hal fisik, mereka rentan menjadi pribadi yang bingung. Sayangnya kondisi tersebut tidak diikuti dengan perkembangan psikologi yang sepadan. Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi penyebab mengapa mereka selalu ingin tahu dan mencoba. Apalagi didukung dengan fakta pergaulan bebas yang sering di tayangkan di teve dari pagi sampai pagi kembali.

Aktivitas seksual dikalangan mereka yang belum menikah bukan menjadi hal yang tabu, bahkan yang sudah menikah lalu melakukan kumpul kebo atau samen liven tidak terhitung jumlahnya. Bahkan di beberapa negara lembaga perkawinan nyaris tak terdengar alias kehilangan artinya sebagai lembaga yang mengikat antara suami dan istri. Mereka menganggap perkawinan adalah suatu hal sedangkan kebutuhan seksual suatu hal yang lain, yang tidak ada sangkut pautnya dengan perkawinan.

Di negerinya si komo ini saja pada umumnya orang menganggap aktivitas sex pra nikah tidak dibenarkan, tapi dengan serangan gencar budaya-budaya bule yang masuk kesini banyak artis ibu kota yang beranggapan itu tidak masalah. Bahkan ada yang mengatakan secelup dua celup dengan pacar sendiri khan tidak apa-apa. Ironisnya mereka dijadikan suri tauladan bagi ABG sekarang ini, sehingga sekarang banyak diantara mereka tercebur kedalam kubangan maksiat itu, akhirnya banyak diantara mereka yang berobat ke poli kulit dan kelamin, bukan karena sakit panu tapi karena penyakit kelamin.

AIDS vs Narkoba

Sedangkan kalau bicara narkoba, siapa lagi sasaran empuk bandar-bandar narkoba kalau bukan remaja. Kalangan remaja memang penuh dunia coba-coba dan mudah jatuh cinta pada kehidupan hura-hura yang katanya funky-lah, heboh-lah. Awalnya mereka hanya coba-coba narkoba, katanya sih pingin tau rasanya, lalu muncul penyalahgunaan dan sebagian dari mereka kebablasan menjadi pecandu yang sulit dihentikan. Eh ngomong-ngomong tahu nggak sih narkoba ? jangan-jangan dari tadi diuraikan tentang narkoba, kalian tidak pada tahu apa itu Narkoba. Okey sedikit pengetahuan buat sobat, biar nggak kuper, ada info tentang apa itu narkoba.

Narkoba biasa disebut orang dengan narkotika dan obat-obatan berbahaya semacam putaw, ekstasi, ceu lin, inex, sabu-sabu marijuana atau apapun namanya adalah sejenis obat yang dapat mengakibatkan gangguan mental dan kerusakan fisik mulai dari yang ringan sampai kepada yang dapat membawa kematian. Seorang pengguna narkoba supaya mendapat efek obat yang diinginkan (fly atau mabuk) harus memakai dosis obat tertentu. Tetapi setelah pemakaian berulang-ulang efek itu berkurang, sehingga kalau ingin nge-fly lagi harus menaikan dosis, atau kalau ingin yang diatas nge-fly harus berkali lipat digandakan dosisnya, tentu saja untuk mendapatkannya harus merogoh kocek yang dalam sekali, sebab konon harga obat tersebut hanya bisa dijangkau oleh kalangan the have.

Seorang pengguna narkoba juga mengalami ketergantungan mental semacam mengalami perasaan yang tidak bisa ditahan atau obsesi untuk selalu menggunakan obat tersebut, apabila mencapai dosis dapat mengakibatkan perasaan cemas atau ketakutan yang tidak ada sebab, gejala paranoia atau gejala kecurigaan yang berlebihan yang tidak jelas sebabnya. Gejala gangguan fisik juga dialami para pengguna narkoba seperti berkeringat, gemetar tremors, mual, muntah, peningkatan tekanan darah tinggi dan suhu serta frekuensi pernapasan, diare, kehilangan berat badan 2,5 kg per hari, sampai kejang hingga kematian. Tapi kalau kamu mencret, diare terus berat badan turun jangan keburu menyimpulkan kamu pengguna narkoba, bisa jadi karena kamu kemarin kebanyakan rujak gobet.

Lalu, bagaimana Narkoba berubah bisa jadi AIDS? bagaimana jluntrungannya?. Seperti telah diuraikan diatas, harga barang-barang haram itu sebenarnya hanya bisa dijangkau oleh kalangan the have, mengingat harganya yang selangit, tapi kita musti tahu, buktinya tidak semua remaja pengguna narkoba kalangan the have.

Salah satu dari kesekian kesalahan remaja pengkonsumsi narkoba untuk memperoleh barang syetan tersebut, ternyata survey membuktikan bahwa remaja yang tak punya uang untuk beli ekstasi, putauw, sabu-sabu atau apapun jenis narkoba, mereka melakukan seks bebas. Kecenderungan terbaru yang selama ini mungkin orang tak pernah menduga kalau AIDS dengan narkoba adalah dua sisi mata uang, pada tataran fakta memang itulah yang terjadi, banyak remaja yang menjadi “kupu-kupu malam” atau “ayam-ayam kampus”. Kalau diteliti memang ada beberapa faktor penyebab mereka melakukan hal itu, tapi dari rekaman fakta bahwa ingin mendapatkan narkoba itulah salah satu sebabnya.

So, berubahlah gendruwo narkoba itu menjadi hantu-hantu AIDS yang siap menerkam siapa saja, dan ini memperkuat sekaligus mematahkan dugaan selama ini bahwa AIDS banyak disebabkan karena praktek seks bebas di kalangan remaja. Lengkap sudah derita yang dialami remaja saat ini, belum selesai masalah narkoba sudah harus disusul masalah AIDS, lalu apalagi berikutnya, kita tunggu saja tanggal mainnya. Ironis memang, kalau kita menyimak gambaran dunia remaja yang demikian ini. Lalu kenapa itu bisa terjadi ?.

Bagaimana Menyikapinya ?

Apabila kita lihat dari keadaan sosial dan budaya saat ini, keadaan maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja adalah suatu yang lumrah. Karena secara sadar atau tidak dan diakui atau tidak yang jelas survey membuktikan masyarakat telah menganut paham permisif(kebebasan). Kita tentu sudah paham yang namanya remaja adalah manusia, maka pembahasan mengenai remaja tidak bisa dilepaskan dari pembahasan dia sebagai manusia. Maka dari itu kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenis tidak bisa dipisahkan dari pembahasan manusia bahwa manusia mempunyai potensi kehidupan yang dinamis (selalu memerlukan pemenuhan) yang senantiasa mau tidak mau membuat manusia beraktivitas dalam kehidupan ini. Kecenderungan seseorang terhadap lawan jenis merupakan potensi kehidupan dalam hal ini adalah naluriah, naluri itu akan muncul jikalau ada rangsangan dari luar diri manusia, rangsangan itu bisa berupa pemikiran-pemikiran yang menjurus kepada seksualitas atau hanya berupa bacaan atau tontonan berbau seks. Maka dari itu besar kecilnya frekwensi dari naluri seks sangat tergantung dari rangsangan yang ada, misalnya bencana yang menimpa seseorang menyebabkan lemahnya dorongan naluri tersebut atau bahkan sampai hilang.

Kemudian muncul solusi tentang perlunya pendidikan seks remaja, tetapi solusi hanya menjadi sekedar solusi, ibarat mengail belut dalam air keruh ketika tidak didukung oleh perangkat hukum dan lingkungan masyarakat yang kapabel untuk mencegah free seks, maka justru membuat ABG itu ingin tahu dan mencoba. Jawabannya memang tidak sesempit daun kelor apalagi daun telinga, para ortu mengatasi anaknya yang demikian “gila” sudah seperti kehabisan nafas mirip dikejar anjing botak. Akhirnya seperti kerbau ketumpahan aspal panas, aparat pun mulai melakukan razia-razia di mana, namun sekali lagi razia tidak menyelesaikan masalah, malah timbul masalah baru seperti aparat atau anaknya terlibat narkoba, Maka muncullah pendidikan link and match, semua pihak kalang kabut sehingga semakin sempurnalah keloyoan institusi pendidikan dalam menciptakan manusia beriman dan bertakwa. Di koran-koran, pada kolom lowongan pekerjaan yang menyertakan syarat “taat beragama dan bisa mengaji” tidak pernah dijumpai paling-paling ada pada kolom kontak jodoh.

Sudah merupakan sunatullah bahwa orang makan selalu makanannya dimasukkan mulut, tidak pernah terjadi orang makan memasukkanya ke telinga, tentu saja ke mulut sehingga ketika terjadi penyakit perut, maka mulutlah sebagai tempat tuduhan penyebabnya. Demikian juga yang terjadi dengan remaja, mereka akan menempati posisi terdakwa sebagai penyebab kebobrokan sebuah negara, karena katanya remaja adalah tulang punggung negara, padahal kalau kita lihat dibalik itu bahwa remaja jualah sasaran yang sangat sensitif untuk disentuh oleh paham kebebasan hasil dari peradaban (hadlarah) barat yang rusak (fasad). Dalam Islam hidup tanpa aturan/ bebas bukanlah kemajuan tapi justru sebuah peradaban rendah yang tak ubahnya seperti tatanan hewan yang liar dan rendah.

Kecenderungan remaja untuk berkelompok, bergaul dengan sesama dan ingin diakui eksistensinya dalam pandangan Islam adalah merupakan hal yang fitrah/lumrah/manusiawi, kecenderungan seperti itu bukan dihilangkan begitu saja tetapi boleh dipenuhi, hanya pemenuhannya diatur. Ketika manusia butuh makan (yang merupakan potensi manusia/kebutuhan jasmani), kita tidak dilarang untuk makan, namun ketika kita ingin makan, mulai dari apa yang dimakan, bagaimana cara mendapatkan atau bagaimana cara makan itu ditentukan aturannya.

Analog dengan hal tersebut, kebutuhan remaja untuk suka terhadap lawan jenis bukanlah dihilangkan tapi diatur. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aturan yang bukan aturan seperti yang diterapkan sekarang yang menerapkan paham kebebasan. Tapi dibutuhkan suatu aturan yang sesuai fitrah manusia, yang tentu saja kalau dimunculkan pertanyaan siapa yang lebih tahu fitrah manusia adalah yang membuat manusia dalam hal ini adalah Allah, maka dari itu kita harus merujuk kembali kepada Allah, bagaimana Allah mengatur pemenuhan kebutuhan remaja akan suka terhadap lawan jenis. Maka harus direalisasikan sesegera mungkin langkah-langkah untuk menjegal laju narkoba dan AIDS karena kita tidak bisa menunggu remaja yang baik-baik ikut terlibat narkoba dan AIDS.

Pertama, perlunya ketakwaan individu yang tinggi, sebab dengan kontrol takwa tinggi itulah nggak bakalan remaja melakukan aktivitas nge-fly atau nge-seks, meski dorongan seksualnya kuat atau terbelit masalah ekonomi sulit, kalau ketakwaanya kepada Allah kuat pasti bisa mengendalikannya. Dengan begitu maka semakin jelas dibutuhkannya ketakwaan individu yang kuat, yang hanya bisa didapat kalau kita mengkaji Islam.

Kedua, adanya pengawasan atau kontrol masyarakat yang ketat, soalnya walaupun bejibun alias melimpah ruah orang bertakwa, kita juga harus ngerti dong bahwa orang bertakwa mereka hidup dalam lingkungan masyarakat, oleh karena itu kalo masyarakat juga tidak mendukung ketakwaan mereka tentu sama juga bo’ong. Karena masyarakat punya pemikiran, perasaan dan aturan yang sama bahwa aktivitas wajib dijauhi dalam pandangan islam.

Ketiga, jelas disini peranan negara sebagai pilar utama yang menerapkan aturan-aturan untuk melindungi rakyatnya. Negara dalam Islam (Khilafah Islamiyyah), wajib mencegah dan menghancurkan segala aktivitas yang berlabel maksiat, tentu standarnya adalah benar atau salah menurut hukum Islam.

Kalau ada orang geblek bertanya hari ini hari apa, lalu dijawab bahwa hari ini hari senin, kemudian yang lain menerangkannya bahwa hari ini hari selasa, tentu dia akan bingung plus linglung karena tidak tahu mana yang benar, itulah nasib orang geblek yang nyaris tanpa punya pendirian. Nah untuk itu agar ente-ente tidak dikatakan geblek maka harus punya pijakan atau tambatan serta pendirian ketika berhadapan dengan budaya-budaya bule macam nge-seks dan nge-fly diatas, tambatan itu adalah Islam (pengetahuannya) yang harus dijadikan pemahaman (mafahim), kalau Syekh Taqiyudin An-Nabhani dalam kitabnya Nidzomul Islam menyebutkan bahwa menjadikan Islam sebagai mafahim artinya adalah menjadikan Islam sebagai way of life, menyandarkan segala pola sikap dan pola pikir hanya kepada Islam, menerimanya dengan penuh ketundukan dan keimanan bahwa standar itu asalnya dari Allah Azza Wajalla. And Then, dengan menjadikan Islam sebagai satu-satunya standar hidup kita, akan terbentuk pribadi muslim yang handal.

Model yang begini ini kelihatannya bueraaat banget dijalanin remaja sekarang, padahal kalau cak dan ning ngaku Islam, bukan hanya sholat doang yang dikerjakan atau ngaji Qur’an nya fasih, tapi juga urusan dakwah, berbakti pada ortu dan seabreg kewajiban lainnya juga musti dijalanin. Juga bukan sekedar pinter soal kimia dan fisika atau banyak hafalan ayatnya tapi harus utuh, kalo orang sekarang bilang harus integral, yakni keseharian kita menunjukkan bahwa kita itu orang Islam yang bukan hanya sekedar KTP-nya saja Islam, tapi orangnya, aktivitasnya, pemikirannya, sikapnya juga Islam.

. Itu adalah salah satu dari ciri remaja berkperibadian Islam di tengah arus derasnya paham kebebasan (huriyah), ciri yang lain remaja Islam adalah sopan dalam bergaul dengan lawan jenis, sopan disini maksudnya mengikuti aturan syariat. Sopan yang lain adalah anti pacaran, hukum syara tidak saja melarang fre seks alias zina lho, tapi yang mendekati zina juga dilarang, contohnya adalah pacaran, tentu kalian sudah tahu apa itu pacaran, hukumnya adalah haram, orang yang dipacari terkategori sebagai pelecehan seksual dan penghinaan terhadap harga diri seorang wanita (lho kok bisa ?), tahu nggak, kalau pacaran itu khan mengharuskan apel atau sering dikunjungilah, itu tandanya berarti si dia cinta sama kamu, lalu dimana pelecehannya, buktinya belum tentu yang sering didatangi itu berarti dicintai, adalah We Se yang tiap hari didatangi tapi tidak satu pun orang yang mencintainya (hiii …) berarti kalo kamu pingin sering dikunjungi tapi tidak dicintai berarti kamu sama dengan WC (haaaa. …).

Maka jangan bangga kalau pacar kamu ganteng atau cantik, keren apalagi diembeli sholeh, soalnya pacaran itu maksiat melulu. Aneh bin ajaib banyak juga yang mengatakan pacaran itu sehat lho om, ada juga yang menyatakan kalo pacaran kita, mah islami neng. Weleh, weleh, weleh kalau kamu en pacar kamu punya pikiran begitu, berarti kalian berdua sama-sama geblegnya.

Itu hanya sebagian ciri-ciri remaja islam masih banyak yang lainnya rasanya kalo disebutkan satu per satu kayaknya media ini tidak cukup, untuk itu sobat, kita musti sadar bahwa tiap hari umur kita bertambah, kita bakal menjadi dewasa. Sukses tidaknya kita saat dewasa ditentukan pada saat kita remaja, orang yang sukses melewati masa remajanya dengan nilai-nilai Islam, Insya Allah bakal selamat juga ketika dewasa.

Oleh karena itu apa yang kita dapati saat remaja dengan hura-hura, pacaran, ketimbang menyibukkan diri dengan aktivitas yang islami. Aktivitas nge-seks bebas hanya akan terkena AIDS, nge-fly dengan narkoba hanya bikin keruwetan masalah di masyarakat, because it friend, yang lebih enyoy adalah menyibukkan pada mengukur aktivitas kita sudahkah islami atau belum, kalo belum harus cepat-cepat dibenahi, mumpung kita masih diberi umur, jangan-jangan habis baca tulisan ini kamu dipanggil, kalo dipanggil Kepala sekolah mungkin kamu nggak bakalan takut (kecuali guru KS-nya menakutkan kayak mak lampir, mungkin kamu akan takut), Tapi bagaimana kalo Allah yang memangil ente ? pasti tidak akan pernah kembali. Ayo sobat, kejarlah daku kau kutangkap.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Mei 2010 in Islam Dan Kesehatan

 

One response to “AIDS dan Narkoba Merajalela

  1. eqhy

    7 Mei 2010 at 7:33 PM

    nice post gan..
    salam kenal …
    bisa tukeran link ??
    di tunggu kunjungan baliknya …

    ======================================
    buat yang suka download film gratis atau apa aja yang gratis.. maen2lah ke
    forumom[dot]com[/]free (slash free nya jangan lupa.. musti kebawa, kalo ngga ntar nyasar :D)

    kalo mau dl videonya .. ada di silenceforum dot blogspot dot com coba aja

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: