RSS

Sinetron Remaja? Nggak deh…!

14 Mei

Sinetron remaja? mengasyikan dan enak untuk ditonton, tapi sekaligus mengkhawatirkan. Mengapa? Karena sinetron-sinetron tersebut akan merusak moral para remaja Indonesia yang mayoritas islam. Sinetron mengenai remaja yang ada saat ini sangat beragam ceritanya, dan tidak jauh dari kehidupan para remaja. Cerita mengenai remaja ternyata dapat menarik perhatian para produser. Tidak hanya tentang remaja dalam negri yang ditayangkan bahkan sinema remaja mancanegara juga ditayangkan di layar televisi. Ternyata remaja dapat mendatangkan uang bagi para produser dan pengusaha stasiun televisi. Sekarang coba kita lihat sinema remaja yang ada ditelevisi dari sinema Candy (RCTI ), Azizah (SCTV), Cinderella (SCTV), dan masih banyak sinetron yang lainnya.

Jika kita mau teliti dalam melihat sinetron remaja yang ada sekarang ini, acara yang ada tidak sesuai dengan realistis, bahkan isinya sangat bertentangan dengan islam, dan terkesan dibuat-buat. Coba deh kita lihat ditelevisi saat ini, ada tidak sinetron yang seluruh isinya tentang pendidikan atau tentang Islam secara keseluruhan hingga tingkah lakunya sesuai dengan Islam yang benar? Tentu tidak ada! Karena jika dibuat demikian, para produser film akan rugi besar. Bagi para produser yang  penting meguntungkan mereka secara materi tanpa memikirkan apakah halal atau haram, merusak moral atau tidak, bagi mereka uang adalah segalanya. Ini adalah sebuah fenomena, ada yang mengatakan itu sebagai ‘hiburan’ namun juga ada yang menggangap itu sebagai ‘ancaman’ bagi rusaknya moral remaja. Lihat saja bagaimana tingkah laku para remaja, dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya meniru gaya selebritis yang ada ditelevisi. Model rambut meniru gaya artis remaja yang sedang naik daun. Selain itu cara bicara dan suka hura-hura, dan yang paling dapat dilihat adalah model remaja saat ini suka “PACARAN”. Jika setiap hari remaja harus selalu disuguhi dengan sinetron-sinetron yang seperti percintaan, pacaran, kemewahan, dan berpegang tangan atau berpelukan dengan orang yang bukan mahramnya, maka remaja Indonesia akan mengalami krisis moral dan akhlak.

Inilah yang dilakukan oleh yahudi dan nashrani, yang menyamar sebagai kapitalisme. Yahudi berusaha memisahkan peran agama dari kehidupan remaja, tidak hanya itu mereka melakukan serangan pemikiran atau yang kita kenal dengan nama ‘GHOZWUL FIKRI’, bahkan seorang pemimpin imperialis kafir pernah berkata, “Minuman keras dan music lebih mampu menghancurkan umat Muhammad daripada 1000 meriam oleh karena itu tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks” sehingga remaja atau generasi saat ini menjadi generasi yang lemah yang lebih mengikuti hawa nafsunya dan lupa kepada Rabbnya. Hal ini telah ALLOH singgung dalam Al-Qur’an “Maka datanglah setelah mereka generasi yang lemah, yang meninggalkan shalat dan mengikuti hawa nafsu( syahwat) maka mereka menemukan jalan yang kesesatan”( QS Maryam:59).

Sebagai remaja muslim, kita jangan berputus asa terlebih dahulu semua dapat diluruskan selama pemerintah kita peduli akan moral remaja yang akan menjadi penerus bangsa dan peduli akan agama islam. Karena ketidakpedulian mereka terhadap permasalahan ini akan menjadi langkah ampuh untuk menghancurkan masa depan bangsa dan umat yang ada ditangan generasi mudanya. Ketidakpedulian mereka selama inilah yang menjadi penyebab negeri indonesia ini terus dilanda krisis moralitas dan berbagai musibah alam yang tak kunjung selesai. Remaja muda mempunyai peran yang sangat penting bagi masa depan bangsa, masa depan bangsa Indonesia ini ada ditangan pemudanya. Jangan biarkan pula generasi muda penerus bangsa ini terus diambang kehancuran, Benarlah yang pernah mengatakan : “Sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan , pemuda adalah rahasia kekuataannya. Dalam setiap fikroh, pemuda adalah pengibar panji-panjinya”. Karena kualitas generasi muda menjadi cerminan masa depan bangsa Indonesia dan jika generasi muda ini rusak maka menjadi pertanda pangkal hancurnya masa depan bangsa, dan itu telah terlihat saat ini

Saat ini bangsa Indonesia mengalami dekadensi moral. Remaja sebagai penerus bangsa telah rusak moralnya, lalu bagaimana dengan bangsa ini?  Di Amerika saja yang mayoritas masyarakatnya adalah yahudi,yang membolehkan film pornografi untuk diedarkan tapi pemerintah Amerika memperlakukan UU pornografi yang ketat di mana film tersebut boleh beredar. Sedangkan di Indonesia yang mayoritas islam, hingga saat ini UU pornografi belum dapat disahkan. Kalau saja pemerintah kita berdiri diatas islam dan menjalankan aturan islam, maka sinetron remaja yang ada saat ini tidak boleh ditayangkan selama tidak sesuai dengan aturan yang ada. Mulai saat ini kita harus teliti dalam melihat sinetron remaja,dan jangan mengikuti budaya yang ada di sinetron jika itu tidak sesuai dengan ajaran islam. Ok ?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Mei 2010 in Muda Mudi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: