RSS

Prasasti Kepiluan Islam di Balik Lagu Isabela

04 Agu


Tahukah kalian ternyata di balik nyanyian Isabela tersimpan sejarah yang amat menyedihkan bagi kaum Islam. Sebenarnya hal itu tidak lebih dari prasasti membuka kembali kepedihan yang pernah di alami umat islam di wilayah Granada ( Spayol bagian selatan ) di akhir abad 15 tersebut. Mendengar lagu ini adalah seperti memaksa kita untuk mengingat-ingat terus akan penderitaan umat islam andalusia pada waktu itu. Lirik lagu ini bahkan seperti seakan ingin mengabadikan ” kemenangan besar” kaum katolik atas kaum muslimin di sana. Judul lagu ini bahkan seperti sedang menyanjung sang aktor intelektual di balik peristiwa bengis yang di alami umat islam waktu itu, yaitu Ratu Isabela.

Akhir-akhir ini sering mendengar lagu-lagu baru dari grup band yang bermunculan. Yang semakin hari bersaing ketat. terkadang dalam waktu dekat kita sudah mampu menghafal lirik lagunya, apalagi kalau lagunya itu lagunya grup band favorit kita, padahal di zaman dahulu jika seseorang ingin menikmati musik atau nyanyian-nyanyian ia harus rela mendatangi tempat hiburan yang sulit sekali di pisahkan dari hal-hal yang di larang atau di haramkan, namun nyatanya sekarang bila orang ingin menikmatinya, cukup duduk santai di rumah sambil nonton TV atau mendengarkan radio saja. Selain lagu-lagu baru, tak jarang juga kita jumpai lagu-lagu baru yang hanya di perbaharui, seperti lagu isabela. Lagu imporan asal malaysia tersebut, muncul sekitar awal tahun 1990 an yang lalu, dan pernah meledak di pasaran Indonesia. Lagu dulu itu pun dahulu pernah di populerkan oleh band Searh, yang kini di repackaget (di daur ulang kembali ) oleh band ST 12 , seolah memanfaatkan moment demam musik melayu yang melanda negeri sekarang ini. ST 12 tampaknya ingin mengulang sukses pendahulunya, sebagai mana grup band search ketika membawakan lagu tersebut.

Lagu Isabela inilah yang sedang di sanjung-sanjung oleh para remaja, bahkan dari kalangan orang tua, sampai anak-anak pun amat menikmati setiap lagu yang mereka nyanyikan.

Apalagi dengan meningkatnya penjualan kaset berjudul Isabela tersebut. Tampa mau tahu apa di balik nyanyian yang sering mereka nyanyikan itu.

Tahukah kalian ternyata di balik nyanyian Isabela tersimpan sejarah yang amat menyedihkan bagi kaum Islam. Sebenarnya hal itu tidak lebih dari prasasti membuka kembali kepedihan yang pernah di alami umat islam di wilayah Granada ( Spayol bagian selatan ) di akhir abad 15 tersebut. Mendengar lagu ini adalah seperti memaksa kita untuk mengingat-ingat terus akan penderitaan umat islam andalusia pada waktu itu. Lirik lagu ini bahkan seperti seakan ingin mengabadikan ” kemenangan besar” kaum katolik atas kaum muslimin di sana. Judul lagu ini bahkan seperti sedang menyanjung sang aktor intelektual di balik peristiwa bengis yang di alami umat islam waktu itu, yaitu Ratu Isabela.

Sejarah mencatat, pemusnahan etnis dan agama pertama yang terbesar di eropa terjadi ketika Isabela I ( Ratu Castile ) dan suaminya Ferdinand V ( Raja Aragan ) berhasil menggulingkan pemerintahan Muhammad XII (Kesultanan Islam terakhir di Granada ) . Pada 2 januari 1492 M. Sejak saat itu, runtuhlah kejayaan islam di Andalusia setelah bertahan lebih 8 abad, dan di mulailah abad kegelapan bagi umat islam Andalusia. Di bawah kendali Isabella dan suaminya ( Ferdinand) umat islam Granada di beri 3 pilihan yang sulit.

Pertama masuk agama mereka ( khatolik). Kedua keluar dari tanah air ( Andalusia ). Ketiga kalau tidak mau keduanya ( masuk katolik dan keluar dari Andalusia ) akan di bunuh dengan cara di bakar. Beberapa di antara kaum muslimin demi memilih kelangsungan hidupnya lebih memilih opsi yang pertama ( masuk katolik ). Akan tetapi yang paling banyak adalah mempertahankan keislamannya, meskipun harus terusir dari tanah airnya dan harus mati terpanggang.

Akibatnya kita bisa tebak, ribuan muslim meninggal di bakar maupun kelaparan dalam perjalanan keluar dari tanah airnya, dan ratusan ribuan lainnya terusir dan kemudian tinggal di sekitar utara maroko Tunisia ( Afrika Utara ) dan sebagian wilayah Turki. Tidak itu saja, semua masjid di Granada kemudian di alih fungsikan menjadi gereja katolik, termasuk Masjid Kordoba yang megah itu, yang sejak itu berubah menjadi gereja Santa Maria de la sed, perpustakaan-perpustakaan islam di keluarkan isinya, kemudian ratusan buku-bukunya di bakar habis, maka peradaban islampun hilang dari bumi Andalusi (Spayol ) hingga saat ini, yang tersisa hanyalah cerita-cerita tentang kejayaan islam zaman dahulu, melalui peninggalan-peninggalan yang masih ada , seperti istana Al-Hambra dan masjid kordoba yang tersohor di seantero dunia, memilukan sekali.

Kalau kita perhatikan dengan seksama reffrent lagu asli Isabella tersebut.

Reff:

Dia Isabella, lambang cinta dan prahara

Terpisah karena adat yang berbeda

Cinta gugur bersama daun-daun kekeringan

Maka bait pertama mengandung arti :

Lambang kekuatan cinta Isabella dan ferdinand yang mempersatukan dua kerajaan katolik besar ( Castile dan Aragon ), yang akhirnya bisa menggulingkan pemerintahan islam di Granada yang sudah bertahan 8 abad lebih. Namun, akibat dari hal itu menimbulkan prahara kemanusiaan yang hebat bagi kaum muslimin di Granada.

Bait kedua:

Kaum muslimin Granada harus terpisah dengan tanah airnya hanya karena agama yang berbeda dengan penguasa baru Granada ( Isabella dan Ferdinand ).

Bait ketiga:

Cinta mereka ( Isabella dan Ferdinand ) jatuh bersama kaum muslimin yang mati kalaparan karena terusir dari tanah airnya maupun karena mati terbakar laksana daun-daun kekeringan.

Jadi setelah kita mengetahui sejarah dari Isabella, akan kah kita masih ingin mendengarkan lagu tersebut? Jawabanya ada pada diri kita.

Tentu saja kita sebagai umat islam pasti tak rela kalau kehancuran islam yang terjadi di Spanyol dulu di ungkit kembali terusik dengan fenomena di balik lagu Isabella.

Oleh karenanya, kita harus mengerti dan lebih waspada dengan apa yang ada di sekitar kita. Seperti halnya nyanyian-nyanyian yang memang mengandung nilai positif dan negatif. Adakalanya kalau kita cermati lagi sebuah lagu itu kadang sarat akan hikmah, sesuai dengan Hadist:

إن من الشعر لحكمة

Jadi kita dapat mengambil pelajaran dari lagu yang yang kadang sesuai dengan keadaan kita, seperti kutipan lagu D’massive berikut ini “syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah ” di nyanyikan saat kita putus asa akan sebuah harapan.

Tapi kalau kita lihat dari nyanyian itu sendiri , ternyata “jika seseorang suka mendengar nyanyian di dunia, maka ia tidak akan mendengarkan suara ruhaniyyah (Ahli qiro’ah di surga ) “. Kalau mendengar saja tidak baik, apalagi menyanyikannya.

Hadist Nabi menyebutkan :

لأن يمتلئ جوف اخدكم قيحا خير من ال يمتلئ شعرا

“Jika lambung seseorang di penuhi nanah, maka itu lebih baik baginya dari pada lambung yang di penuhi dengan sya’ir ( nyanyian-nyanyian )”.

Lalu bagaimana dengan kita?. Padahal pantas juga kalau kita di bilang pemuja lagu saja, untuk itu sekedar tahu lagu apa yang lagi ngetrend sekarang. dan selalu menyanyikannya dengan dalil mendengar nyanyian itu dapat menenangkan pikiran dan menghibur, atau sekedar tidak ingin kolot (ndeso).

Maka secara garis besar, setidaknya kita mengambil jalan tengah dengan cara step by step untuk tidak berkebihan dalam menuruti keinginan mendengarkan berbagai musik dan nyanyian yang kurang bermanfaat, apalagi tidak mengerti latar belakang lagu tersebut seperti lagu Isabella, yakni kita berusaha menjahui kebiasaan itu sedikit demi sedikit, atau dengan mengalihkan pada yang lebih menenangkan hati seperti sholawatan dan lagu-lagu religi, karena sesuatu yang bisa sangat sulit untuk di tinggalkan.

sumber : http://www.ppalanwar.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Agustus 2011 in Dunia Islam, Islam dan Pengetahuan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: