RSS

Arsip Kategori: Mutiara Nasihat

Mimpi itu Mendorongku untuk Bertaubat

Kisah ini adalah kisah yang amat menarik tentang kisah taubatnya seorang pemuda yang dahulu bergelimang dalam maksiat. Karena mimpi buruk, ia pun sadar dan bertaubat.

Seorang pemuda larut dalam khayalannya seakan mengulang kembali rekaman kehidupannya jauh ke belakang, “Dulu aku pernah bepergian ke negara-negara eropa setiap musim panas. Di sana aku larut dalam perbuatan maksiat dan dosa demi memuaskan nafsu birahi dan memenuhi keinginan perut. Setelah itu, aku pulang ke negeriku sembari menyayangkan apa yang telah aku lakukan. Aku hanya menjadikan dunia sebagai ladang untuk bersenang-senang bukan ladang menyampaikan kebaikan. Itulah kerugian besarku. Ketika itu, aku berkeyakinan bahwa perbuatan maksiat adalah suatu kebutuhan primer di masa muda. Sampai pada suatu hari, Read the rest of this entry »

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Oktober 2011 in Muda Mudi, Mutiara Nasihat

 

Benahi Iman Sebelum Datang Ramadhan!

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dialah yang memberikan berbagai kenikmatan kepada kita, yang dzahir maupun yang batin. Dia pula yang memberikan kesempatan dan kesehatan sehingga kita bisa menegakkan perintah-perintah-Nya. Semoga Allah menambahkan kenikmatan-Nya kepada kita dengan menyampaikan kepada bulan mulia dan penuh berkah, Bulan suci Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Beliaulah Uswah Hasanah bagi umat manusia dalam ber-Islam. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah dan bertakwa dengan sesungguhnya hingga maut menjemputnya. Dan meningkatkan amal ibadahnya berupa shalat, tilawah, shadaqah, dan berbagai amal kebajikan di bulan Ramadhan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Juli 2011 in Mutiara Nasihat

 

Bersabar Dalam Setiap Keadaan

Sesungguhnya kehidupan manusia di dunia fana ini tidak akan pernah lepas dari badai dan gelombang-gelmbang ujian. Musibah-musibah kan selalu datang menghadang, menjadi duri-duri dan batu terjal dalam perjalanan manusia di dunia fana ini.

Begitu pula seorang muslim dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh ta’ala tidak akan selalu mudah dan ringan tetapi akan senantiasa ada kerikil-kerikil tajam yang menghadangnya karena sesungguhnya setan-setan dari kalangan jin dan mannusia akan selalu menghalangi seorang muslim dalam melakukan ketatan. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Mei 2011 in Mutiara Nasihat

 

Akhirnya Dia Mati Seperti Keledai

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang amat masyhur dan dieksposs oleh berbagai media massa setempat dan sudah menjadi buah bibir orang-orang di sana.

Pada tahun 50-an masehi, di sebuah halaman salah satu fakultas di negara Arab (Mesir-red.,), berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jamnya dan membelalakkan mata ke arahnya, lalu berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan Dia mencabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.”

Ini merupakan kejadian yang langka dan disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2010 in Islam dan Pengetahuan, Mutiara Nasihat

 

Ucapan Selamat Natal

UCAPAN SELAMAT NATAL

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. Dan bagaimana kita menjawab orang yang mengucapkan natal kepada kita? Apakah boleh mendatangi tempat-tempat yang menyelenggarakan perayaan ini? Apakah seseorang berdosa jika melakukan salah satu hal tadi tanpa disengaja? Baik itu sekedar basa-basi atau karena malu atau karena terpaksa atau karena hal lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka dalam hal ini?

Jawaban
“Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir dengan ucapan selamat natal atau ucapan-ucapan lainnya yang berkaitan dengan perayaan agama mereka hukumnya haram, hukum ini telah disepakati”. Sebagaimana kutipan dari Ibnul Qayyim dalam bukunya Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, yang mana beliau menyebutkan, Read the rest of this entry »

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2010 in Islam dan Pengetahuan, Mutiara Nasihat

 

Hukum Perayaan Menyambut Tahun Baru

Hukum Perayaan Menyambut Tahun Baru

Oleh
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta

Pertanyaan.
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya :
[1]. Pada beberapa hari belakangan ini, kami menyaksikan betapa gencarnya liputan mass-media mass-media (cetak maupun elektronik) dalam rangka menyambut datangnya tahun baru seputar kejadian-kejadian dan prosesi-prosesinya. Terlihat bahwa orang-orang kafir dari kalangan yahudi dan nashrani serta selain mereka begitu suka cita menggantungkan harapan-harapan dengan adanya hal itu. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2010 in Islam dan Pengetahuan, Mutiara Nasihat

 

Ukhti, Apakah Engkau Menginginkan Kebahagian,.???

Ukhti (Saudariku) Muslimah,

Sesungguhnya kebahagiaan itu semuanya ada dalam ketaatan kepada

Allah . Kebahagiaan seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj

(jalan) Allah dan di jalan Rasulullah, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah

mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzab: 71)

Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam

kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain

manhaj Allah dan Rasul-Nya, Allah berfirman:

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah

sesat, dengan kesesatan yang nyata. (Al-Ahzab: 36)

Saudariku Muslimah,

Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat

kedudukanmu. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi mengangkat

derajat wanita selain ajaran Islam. Bahkan Allah banyak menurunkan

hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam

kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang

dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada

nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihina kan

oleh masyarakat. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti

binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada

memperlakukan wanita.

Sesungguhnya engkau, wahai saudariku muslimah, tidak akan

mendapatkan kemuliaan kecuali dalam agama ini, maka berpegang

teguhlah (dalam agama ini) dan dengarkanlah firman Allah yang telah

menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu

mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau

dapatkan.

Allah berfirman:

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak

perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia

menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang

disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memelihara dengan menanggung

kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ketahuilah,

alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu. (An-Nahl: 58-59)

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang

yang ingin me manfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa

malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari

kalangan kita sendiri.

Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah

keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang

pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-

Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin

mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka

mengajakmu menuju neraka Jahanam. Maka jika engkau menyambut

mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar

engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat.

Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat

sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta

melepaskan hijab dengan segala konsekuensinya, yaitu melepaskan

keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan

kewajiban-kewajiban lain nya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut

menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu

seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka mempermainkanmu

seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah

menjagamu dari mereka.

Saudariku Muslimah,

Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka

dan tidak mendengar kan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih

dengan keteguhanmu berpegang pada agama mu, dengan menjaga rasa

malumu dan beriltizam (berpegang teguh) dengan hijabmu.

Saudariku Muslimah,

Sesungguhnya sebagian wanita meggambar kan bahwa sufur adalah

membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya

termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis.

Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika

keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki.

Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai pantalon (celana

panjang). Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi :

Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya…

(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi

telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan

memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka

seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan

mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga

tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim).

Para ulama berkata: makna para wanita yang memakai pakaian tetapi

telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaianpakaian

itu ketat, tipis atau tidak menutup seluruh badan.

Saudariku Muslimah,

Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara

kesucian, rasa malumu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu

untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan

perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah di akhirat sedangkan

di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin

mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan)

sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat -semoga Allah memberikan

hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu,

tetapi malah bekerja untuk mereka.

Saudariku Muslimah,

Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia

wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana

yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu

akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.

Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya

pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa

dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia

telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan

yang memperdayakan. (Ali-Imran: 185)

Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan

dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika

sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluk dalam

keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari

benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan

dipanggil dengan namamu diantara para makhluk untuk dihisab.

Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah Di mana

persiapanmu wahai wanita yang lalai Apakah mode-mode pakaian akan

bermanfaat ketika itu Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah

(yang merusak) akan bermanfaat Apakah barang-barang permata akan bermanfaat Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun

selamanya. Yang bermanfaat hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal

shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.

Ingatlah, bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur

dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar

(rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar

dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang

menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.

Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita

melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.

Bertaqwalah kepada Allah wahai engaku yang mendidik anak-anakmu

dengan pendidikan yang tidak baik/ benar. Engkau tidak mengingatkan

mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan

tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan

manfaat di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah

dirimu dari menjadi barang mainan orang-orang yang lemah iman.

Bertaqwalah kepada Allahdan kembalilah pada petunjuk sebelum datang

suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata)

dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab

neraka.

Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia

akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka dimana engkau wanita

yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan

kokoh Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan hau,

dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang

tidak ada ilah (sesembahan) selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu

terhadap neraka. Ingatlah, mka selamatkanlah dirimu dari neraka

sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan

akhirat adalah tempat yang kekal.

Semoga Allah memberimu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan

diridhai oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari

apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah

menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang

atasmu.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada Nabi kita

Muhammad , keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Sumber http://www.ummusalma.wordpress.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2010 in Mutiara Nasihat